Home » » Google+ Kurang Populer Bagi Pengguna di Indonesia

Google+ Kurang Populer Bagi Pengguna di Indonesia

Menggunakan media sosial seperti Twitter dan Facebook sudah jadi kebiasaan baru netizen Indonesia. Dari situs Alexa – pelacak lalu lintas kunjungan ke sebuah situs – tampak bahwa Facebook menjadi situs terpopuler di Indonesia. Twitter ada di urutan 10, sementara Google+ belum nampak dalam ranking 10 besar situs yang diakses dari Indonesia.

 

Sebagai media sosial baru, Google+ memang belum membuat rekor baru yang fantastis belakangan ini. Bahwa pertumbuhannya merupakan salah satu yang tercepat, tetapi penggunanya dari Indonesia belum seaktif di Facebook dan Twitter. Menurut data situs Circlecount.com, pengguna Google+ Indonesia diperkirakan mencapai 2 persen dari total pengguna Google+ dunia. Jika menggunakan angka yang dirilis blog Google baru-baru ini, angka totalnya mencapai 170 juta pengguna. Maka jumlah pengguna dari Indonesia, diperkirakan mencapai 3,4 juta.

Seberapa aktifkah penggunaan Google+ di Indonesia? Ini masih dipertanyakan. Pelacakan berikut, mungkin tidak mewakili tingkat keaktifan para pengguna Google+ di Indonesia secara akurat, tetapi bisa menjadi cermin betapa para pengguna Google+ tampaknya masih belum mendayagunakannya untuk berbagi informasi.

Dari tiga situs berita online yang populer di Indonesia, tampak statistik yang menarik terkait penggunaan Google+. Penyebaran sebuah artikel terpopuler dari ketiga situs di media sosial, menunjukkan Google+ merupakan jejaring yang paling sepi penggemar. Pembaca lebih suka berbagi artikel-artikel tersebut melalui Facebook dan Twitter.

Penggunaan Google+ di Indonesia


Ketiga artikel yang dijadikan contoh kasus, adalah Tes DNA Buktikan Orang Indonesia dan Madagaskar Bersaudara dari @detikcom, UN Usai, Mesum Dimulai dari @Metro_TV, dan Jari Tengah Versi Fauzi Bowo dari @tempodotco. Ketiga artikel ramai dipercakapkan di linimasa Twitter dua hari ini, bahkan sempat menjadi topik tren.

Pada saat artikel ini ditulis, hanya 1 pengguna Google+ yang menyebarkan berita tersebut, yaitu berita dari  @tempodotco. Sementara dari @Metro_TV dan @detikcom, sama sekali tidak ada pengguna Google+ yang menyebarkan berita-berita tersebut.

Pihak media sendiri tampaknya memang tidak mengoptimalkan Google+. Akun +MetroTV yang menggunakan akun individual (bukan brand) memiliki 302 pengikut, dan terakhir menyebar berita tangggal 15 Maret 2012. Akun +Detikcom, memiliki 255 pengikut, kiriman terakhirnya tertanggal 2 Desember 2011. Sedangkan akun @tempodotco tidak ditemukan di Google+. 

Mungkin ada kesimpulan lain dari kasus yang diangkat di atas. Google+ digunakan untuk menyebarkan jenis berita yang justru tidak populer di media sosial lainnya. Berita macam apa? Ini perlu penelusuran lebih lanjut.


Sumber:http://salingsilang.com/baca/google-kurang-populer-bagi-pengguna-di-indonesia

0 komentar:

Poskan Komentar