Home » » Baju Berkerah dan Dasi Semakin Dijauhi

Baju Berkerah dan Dasi Semakin Dijauhi

Pakaian berkerah dengan dasi tampaknya menjadi bagian dari masa lalu di tempat kerja. Kini banyak pekerja mengenakan pakaian yang lebih santai.



Berdasarkan jajak pendapat, hampir tiga perempat (74%) responden berpikir dasi tidak akan bertahan di dalam perusahaan Inggris melebihi setengah abad berikutnya.

Tren berdasi dan kemeja berkerah semakin terpuruk karena munculnya bisnis industri kreatif, seperti Facebook dan Google, dan perusahaan perdagangan online. Mereka cenderung menjauhi pakaian resmi dan tampil lebih kasual.

Seorang juru bicara untuk situs DealJungle.com yang memiliki 20.000 anggota terdaftar, berkata bahwa pakaian berkerah dan dasi dikenakan sebagai pakaian resmi. Namun semakin banyak pekerja kantor yang memberitahukan bahwa mereka merasa agak kesulitan.

"Keberhasilan bisnis seperti Facebook dan Google, dengan munculnya CEO yang mengenakan jeans dan hoodie, tampaknya memiliki efek korosif pada gagasan berpakaian resmi saat bekerja," kata juru bicara DealJungle seperti dikutip Telegraph, Selasa (6/3).

Jajak pendapat, yang dilakukan DealJungle.com, yang membantu usaha kecil dan menengah, menemukan lebih dari setengah (51%) berpendapat dasi akan menjadi usang di kantor-kantor dalam 20 tahun ke depan dan hampir seperempat (22%) percaya dasi hanya akan berlangsung kurang dari 10 tahun.

"Kita tahu bahwa ketika mereka bertemu dengan klien, mereka mengenakan setelan berbisnis, tetapi dasi tidak lagi dilihat sebagai bagian penting dari penampilan mereka".

Juru bicara itu juga mengungkapkan, pakaian tanpa dasi lebih memberi kesan. "Setelan tanpa dasi menciptakan kesan pembuat kesepakatan lebih mudah didekati, seseorang dengan pemikiran bisnis yang kreatif dan melek teknologi".(News.com.au/MEL)

0 komentar:

Poskan Komentar