Home » » Waspada! Banyak Susu si Kecil yang Pakai Gula Tambahan

Waspada! Banyak Susu si Kecil yang Pakai Gula Tambahan

Jakarta, Susu untuk anak di atas usia 1 tahun merupakan asupan tambahan yang cukup penting untuk mendukung pertumbuhan si kecil. Sayangnya, sebuah penelitian terhadap susu pertumbuhan yang beredar di Indonesia dan Malaysia, ditemukan banyak susu anak yang mengandung gula tambahan.


Susu merupakan bahan pangan yang penting bagi anak. Selain mengandung protein, kalsium, riboflavin, vitamin A dan Zinc, susu berperan dalam menjadi alat transport vitamin D dan zat besi.

Suatu penelitian yang dilakukan oleh J Brand-Miller dan F. Atkinson dari University of Sidney, NSW Australia 2011 dengan judul 'Added Carbohydrates in Children's Milk Increase Dietary Glyacemic Load' yang dilakukan terhadap 7 jenis produk susu pertumbuhan anak yang banyak beredar di Indonesia dan Malaysia, ditemukan 6 produk susu mengandung gula tambahan yang memiliki indeks glikemik (GI) tinggi.

"Produk susu yang mengandung gula tambahan seperti sukrosa, maltodextrins dan sirup glukosa, dapat meningkatkan kepadatan energi, mengurangi nilai gizi susu dan kecenderungan kelebihan glikemia dan insulin," jelas DR dr Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, Sp.GK, ahli gizi klinik dari Departemen Gizi FKUI-RSCM, dalam acara Media Edukasi 'Kenali Jenis Gula Tambahan, Indeks dan Beban Glikemik Serta Dampaknya pada Anak!' di The Energy Cafe, Jakarta, Kamis (23/2/2012).

Susu pertumbuhan pada anak yang mengandung kelebihan karbohidrat (gula tambahan), lanjut DR Fiastuti, dapat menyebabkan obesitas (kegemukan) pada anak. Selain itu, kelebihan gula juga membuat anak berpeluang untuk menderita penyakit jantung koroner.

"Anak-anak yang mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi (cepat menaikkan gula darah) cenderung memiliki nafsu makan yang tinggi dan pertambahan berat badan yang tidak sehat, mengganggu kualitas tidur anak sehingga mempengaruhi proses belajar dan perkembangan emosi," jelas Prof dr Jose Rizal Latief Batubara, SpA (K), PhD, Guru Besar Endokrin Anak FKUI-RSCM.

Selain itu, kelompok usia muda sangat rentan terhadap beban karbohidrat yang tinggi, yang menyebabkan meningkatknya kadar gula darah dan dalam jangka panjang dapat mengakibatkan diabetes tipe-2 (karena gaya hidup).

Anak-anak yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas akan mengalami hal yang sama saat dewasa, serta berisiko mengalami diabetes tipe-2 dan penyakit jantung di masa depan.

Penelitian juga telah menunjukkan bahwa status nutrisi yang buruk pada masa kanak-kanak dapat mempengaruhi fungsi otak dan secara potensial mempengaruhi perkembangan kognitif dan perilaku.

Untuk itu, hendaknya orangtua selalu memperhatikan label nutrisi yang terdapat pada kemasan susu pertumbuhan untuk anak, terutama untuk kandungan gula tambahan atau sukrosa.

Susu bubuk tanpa gula tambahan biasanya akan memiliki nilai indeks glikemik yang sama dengan susu sapi alami, yakni 30. Sedangkan susu dengan gula tambahan bisa mencapai indeks glikemik tinggi mulai dari 55-69. (Detik.Com)

0 komentar:

Poskan Komentar