Home » » Trik Menghadapi Kekasih yang Moody

Trik Menghadapi Kekasih yang Moody

Jakarta - Tipe pria berbeda-beda, ada yang romantis, perhatian, cuek dan moody. Bagi banyak wanita, memiliki kekasih yang moody kerap membuat mereka kesal dan bingung menghadapinya.



Orang yang moody suasana hatinya gampang berubah. Mereka pun cenderung egois, karena biasanya hanya ingin mengikuti moodnya tanpa memikirkan perasaan orang lain.

Pria moody ditandai dengan sikap yang kadang cuek, namun terkadang bisa sangat baik. Ketika dia sedang ingin bersama Anda, dia bisa sangat perhatian. Tapi di lain hari, dia bisa tidak peduli dan tidak menghubungi Anda.

Hubungan yang seperti itu sering disebut hubungan yang 'on and off'. Jika Anda juga berada di situasi yang sama, ini dia trik menghadapi pria yang moody, seperti dilansir She Knows.

1. Mengikuti 'Permainannya'
Hal terburuk yang Anda lakukan ketika si dia tiba-tiba menghilang begitu saja adalah menunggunya. Jika Anda hanya menunggu dan terus memikirkannya, maka akan berujung pada stres dan sakit hati. Jadi, ketika dia biasanya menghilang dan Anda marah, ubah sikap Anda.

Kali ini ikuti saja permainannya. Tunjukkan padanya Anda juga bisa menikmati hidup Anda bersama teman-teman Anda. Ketika si dia tahu Anda tidak mencarinya dan tidak mempedulikannya, biasanya pria akan merasa diabaikan dan dia yang akan mencari Anda. Dengan begitu, si dia bisa lebih menghargai Anda.

2. Tanya Pada Diri Sendiri, Apakah Pantas Diperjuangkan?
Pada satu titik, Anda pasti lelah menghadapi situasi hubungan yang tidak menentu tersebut. Ketika itulah, Anda harus bertanya pada diri sendiri, pantaskah hubungan diperjuangkan? Jika jawabannya tidak layak, maka Anda akan menyelamatkan diri Anda dari stres karena terlalu sering dicampakkan.

Tapi di sisi lain, perasaan cinta mungkin sudah sangat dalam untuknya. Anda sudah membayangkan ketika berpisah nanti, Anda akan merasa patah hati dan merana. Namun, perlu diingat, ketika berani mengambil keputusan, perasaan sedih yang mendalam hanya sekali Anda rasakan.

Coba bayangkan ketika Anda mempertahankan hubungan yang seperti roller coaster itu terus berlanjut, maka Anda akan merasakan sakit hati yang lebih banyak dan berulang-ulang.

3. Memberi Ultimatum
Setelah Anda muak dengan sikapnya, jalan lain yang bisa Anda tempuh adalah memberinya ultimatum. Meskipun diabaikan olehnya, namun Anda telah berkomitmen pada diri sendiri.

Ketika dia melanggar ultimatum yang telah disepakati atau dia tidak setuju dengan ultimatum yang Anda sampaikan, maka lebih baik Anda meninggalkannya. Sikap tegas Anda akan membebaskan Anda dari kemelut percintaan yang menyedihkan ini. Hal itu pun bisa menyadarkannya agar bersikap lebih dewasa dan menghargai Anda. (Wolipop.Com)

0 komentar:

Posting Komentar