Home » » Perempuan Lebih Mengingat Peristiwa Emosional Karena Pil KB

Perempuan Lebih Mengingat Peristiwa Emosional Karena Pil KB

Jakarta, Wanita yang menggunakan obat kontrasepsi mengingat peristiwa-peristiwa emosional secara berbeda. Kemampuan mereka untuk mengingat suatu peristiwa emosional meningkat, sementara wanita yang tidak menggunakan alat kontrasepsi lebih suka mengingat detail peristiwa.


Demikian menurut penelitian yang dilakukan University of California Irvine dan dimuat dalam jurnal Neurobiology of Learning and Memory edisi September ini.

"Yang paling menarik adalah bahwa penelitian ini menunjukkan penggunaan kontrasepsi hormonal mengubah memori. Hanya ada sedikit penelitian yang menguji efek kognitif pil kontrasepsi, dan lebih dari 100 juta wanita di seluruh dunia saat ini menggunakannya," kata peneliti UCI, Shawn Nielsen seperti dikutip dari UC Irvin Today, Senin (12/9/2011).

"Ini hanya menunjukkan perubahan jenis informasi yang diingat, namun tidak mengurangi kemampuan otak. Perubahan tersebut masuk akal. Pil kontrasepsi bekerja dengan cara menekan hormon seks seperti estrogen dan progesteron untuk mencegah kehamilan. Hormon-hormon tersebut berkaitan dengan kuatnya memori otak kiri perempuan," lanjut Nielsen.

Dalam peneltian ini, kelompok-kelompok perempuan yang meminum pil kontrasepsi dan yang tidak meminum ditunjukkan foto seorang ibu dan anaknya yang mengalami kecelakaan mobil. Lalu partisipan diperdengarkan narasi yang berbeda, beberapa orang dalam masing-masing kelompok diberitahu bahwa mobil si anak menghantam trotoar, sementara yang lainnya diberi tahu bahwa sebuah mobil menabrak anak itu dan menyebabkan ia terluka parah.

Satu minggu kemudian, partisipan diuji mengenai apa yang mereka ingat. Wanita yang menggunakan kontrasepsi mengingat lebih jelas urutan peristiwa traumatik, seperti telah terjadi kecelakaan, anak tersebut dilarikan ke rumah sakit, para dokter bekerja keras menyelamatkan hidupnya dan berhasil menyambungkan kakinya dengan baik. Perempuan yang tidak menggunakan kontrasepsi lebih mengingat pada hal-hal yang detail, seperti ada hidran di samping mobil.

"Temuan ini mungkin mengejutkan bagi sebagian orang, tapi ini merupakan hasil dari penelitian alami yang telah kami lakukan mengenai perbedaan jenis kelamin selama 10 tahun," kata Larry Cahill, ahli neurobiologi yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Ia setuju bahwa langkah logis berikutnya adalah melakukan pemeriksaan perbedaan memori pada kedua jenis kelamin. Menurutnya, penting untuk dilakukan validasi penelitian lebih lanjut.

"Larry Cahill sudah dikenal dalam penelitian fenomenal yang menghubungkan jenis kelamin dengan memori," kata Pauline Maki, profesor psikiatri dan psikologi di University of Illinois di Chicago yang mengkhususkan diri dalam ilmu memori dan fungsi otak.

"Fakta bahwa perempuan yang menggunakan obat kontrasepsi mengingat unsur-unsur cerita yang berbeda memberitahu kita bahwa estrogen memiliki pengaruh terhadap bagaimana perempuan mengingat peristiwa emosional," tambah Profesor Maki.

Nielsen dan rekan penelitinya, Nicole Ertman, setuju bahwa temuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan tentang mengapa wanita lebih sering mengalami sindrom stres pasca trauma (post traumatic stress diorder atau PTSD) dibandingkan pria, dan bagaimana pria mengingat hal yang berbeda daripada wanita.

Pria biasanya lebih mengandalkan aktifitas otak kanan untuk menyimpan memori dan lebih baik dalam mempertahankan detail inti dari suatu hal. (Detik.Com)

0 komentar:

Posting Komentar