Home » » Menyesali Mantan Pacar Lebih Stres Dibanding Pindah Kerja

Menyesali Mantan Pacar Lebih Stres Dibanding Pindah Kerja

Jakarta, Ada banyak keputusan dalam hidup yang bisa membuat orang menyesal, mulai dari karir hingga urusan memilih jodoh. Namun keputusan berpisah dengan pasangan lebih banyak memicu stres dan penyesalan daripada pindah kerja atau putus sekolah.


Para peneliti dari Northwestern University mengungkap bahwa penyesalan yang berhubungan dengan asmara dan rumah tangga lebih banyak memicu stres daripada urusan karir. Hal ini menunjukkan pentingnya memenuhi kebutuhan sosial, dalam hal ini untuk punya pasangan.

"Rasa memiliki, sebagai motivasi hidup manusia yang utama sangat erat kaitannya dengan kesehatan mental," kata Prof Neal Roese, seorang psikolog sekaligus ahli pemasaran yang memimpin penelitian itu seperti dikutip dari Healthday, Rabu (15/2/2012).

Menurut Prof Roese, keretakan rumah tangga maupun putusnya jalinan asmara akan mengusik rasa memiliki yang merupakan naluri dasar seorang manusia. Orang tersebut akan mudah mengalami stres ketika menyadari bahwa miliknya yang paling berharga sudah tidak ada.

Lain halnya dengan urusan pekerjaan. Meski manusia juga bisa memiliki karir, namun stres yang dialami ketika kehilangan pekerjaan yang disukai tidak akan seberat ketika harus merelakan kekasih atau mantan istrinya pergi apalagi sudah menjadi milik orang lain.

Dalam penelitian ini, Prof Roese bersama timnya melakukan 5 kali percobaan dengan jumlah peserta bervariasi antara 108-549 orang dari berbagai negara bagian di Amerika Serikat. Kelima eksperimen dilakukan untuk mengukur tingkat penyesalan atas sebuah keputusan yang dianggap salah.

Hasilnya menunjukkan, keputusan-keputusan yang melibatkan hubungan sosial seperti asmara dan rumah tangga lebih banyak disesali oleh partisipan. Keputusan nonsosial seperti pindah kerja atau bahkan drop-out (DO) kuliah juga sering memicu stres dan penyesalan, namun jumlahnya kalah banyak dibanding putus cinta. (Detik.Com)

0 komentar:

Posting Komentar