Home » » Menangis di Kantor, Kini Bukan Lagi Hal Tabu

Menangis di Kantor, Kini Bukan Lagi Hal Tabu

Jakarta - Wanita biasanya cenderung mengungkapkan rasa kesal, sedih, tersinggung dan marah dengan menangis. Meluapkan emosi lewat tangisan sebenarnya bukanlah sesuatu hal yang dilarang, tapi bagaimana etikanya jika Anda tak bisa menahan tangis di lingkungan kantor?



Dulu, tidak ada kesalahan yang lebih besar yang dilakukan wanita dari menangis di kantor. Sejak beberapa dekade lalu, wanita berusaha menyembunyikan perasaannya untuk menunjukkan pada diri sendiri bahwa posisi mereka sejajar dan sama kuat dengan pria.

Namun sebuah penelitian mengungkapkan, anggapan wanita selama ini salah dan menangis di tempat kerja tidak akan membuat karir mereka jatuh. Anne Kreamer, penulis "Its always personal: Emotion in the New Workplace" telah melakukan studi yang mengungkapkan fakta bahwa 41% wanita dan 9% pria pernah menangis di tempat kerja. Kenyataannya, menangis di tempat kerja merupakan suatu tindakan yang sering tak bisa terelakkan.

Menangis di kantor memang bisa disebabkan oleh bermacam hal, baik itu karena masalah pekerjaan itu sendiri atau karena adanya masalah rumah tangga sehingga menjadi tidak konsentrasi pada pekerjaan. Fakta lain yang penting untuk dicatat adalah bahwa pria biasanya jauh lebih simpatik pada air mata dan emosi ketimbang wanita.

Salah satu aspek menarik dari penelitian ini, yaitu mengungkap kenapa menangis di tempat kerja perlahan-lahan jadi sesuatu yang umum. Di masa lalu, kehidupan kerja dan rumah selalu dibatasi. Selama jam kerja, Anda dituntut untuk profesional dan harus bersikap rasional serta terorganisir. Sehingga masalah yang ada di rumah, tidak terbawa saat berada di kantor.

Sedangkan sekarang, tidak ada lagi batasan yang jelas antara kehidupan kerja dan masalah pribadi. Hal tersebut terjadi akibat memudarnya garis batas antara jam kerja dan komunikasi yang terus menerus dengan sesama rekan kerja (pengaruh adanya email, pesan teks dan jejaring sosial). Kemudahan komunikasi inilah yang menyebabkan kehidupan profesional terpengaruh dengan masalah pribadi. Orang lebih mudah menjadi emosional tentang situasi pekerjaan, dan juga sebaliknya.

Memang manusiawi bila orang menangis. Namun ingat jika masalah timbul karena pekerjaan, harus menyikapinya secara profesional. Jangan berteriak histeris saat situasi kantor sedang sibuk atau rumit. Anda bisa pergi ke toilet dan menangis, atau meluapkannya di depan teman saat jam makan siang. (Wolipop.Com)

0 komentar:

Posting Komentar