Home » » Keunikan Air Panas di Pantai Wartawan

Keunikan Air Panas di Pantai Wartawan

SUMBER air panas biasanya terdapat di daeratan yang jauh dari pantai. Namun di Pantai Wartawan, Anda bisa menemukan belasan sumber air panas.

Keunikan Air Panas di Pantai Wartawan

Jika air laut sedang surut, semburan aiar panas itu menjadi panorama unik. Lebih dari itu, air panas itu memiliki multifungsi; bisa untuk merebus telur, ikan, dan udang sampai mengobati aneka penyakit.

Datanglah ke Pantai Wartawan saat air laut sedang surut atau dari pagi hingga sore hari. Di beberapa titik, tampak kelpulan asap disertai percikan air memancar ke atas. Jangan coba-coba mencelupkan kaki atau tangan ke sumber tersebut.

Suhu airnya mencapai 80 derajat Celsius, bahkan ada yang bilang hingga 100 derajat Celsius. Anda pun harus waspada, jangan sampai terpeleset dan tercebur ke dalam sumber air panas tersebut.

Beberapa anak kecil yang mendapatkan ikan dan udang tampak menuju salah satu air panas tersebut. Mereka merebus hasil buruannya. Tak berapa lama, ketika ikan dan udang sudah dirasa cukup masak, mereka menyantapnya dengan wajah berseri-seri.

Kalau Anda membawa telur mentah boleh dicoba. Telur cukup direndam di sumber air panas tadi selama lima menit. Setelah itu, telur siap disantap. Uniknya lagi, meskipun sumber air panas ini terletak di pantai, tetapi airnya tidak asin. Kondisi ini sering dimanfaatkan pengunjung untuk membuat secangkir kopi.

Mualim, salah seorang penjaga pantai ini menuturkan, air panas ini memiliki khasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit (seperti gatal-gatal) dan rematik. “Pernah suatu ketika anak saya mengalam gatal-gatal di kulitnya. Karena tidak sembuh juga, saya ajak dia mandi di sekitar sumber air panas ini. Alhamdulillah setelah mandi rutin, gatal-gatal yang dideritanya akhirnya sembuh dalam beberapa hari,” ungkap Mualim.

Fenomena Unik
Inilah fenomena alam yang unik. Di kawasan pasang-surut itu, belasan sumber air panas menjadi ciri khasnya. Sumber air panas ini ditengarai berasal dari Gunung Anak Rakata yang masih aktif.

Untuk menikmati keunikan itu, sekali lagi, jangan datang ketika air laut pasang. Bukan apa-apa, semua sumber air panas itu tidak tampak karena tertutupi permukaan air laut yang sedang pasang tadi.

Kalaupun air laut sedang pasang, Anda tak perlu kecewa. Di pantai inilah Anda dapat bersantai sambil menikmati pemandangan pantai yang indah dan memesona. Di pinggir pantai terasa teduh karena ditumbuhi tanaman akasia, waru, ketapang, dan jenis lainnya.

Objek wisata yang unik ini terletak di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Ketika awal-awal Pantai Wartawan dibuka untuk objek wisata, kondisinya masih bagus.

Kini, pantai yang dikelola oleh para wartawan lokal itu tidak terawat dengan baik. Pintu gerbangnya kusam, tidak elok dipandang mata. Begitu memasuki kawasan itu, fasilitas lainnya seperti toilet dan kamar mandi tidak berfungsi. Bahkan, atap bangunan sudah roboh. Pintu-pintunya sudah jebol. Sampah-sampah bertebaran di pantai yang berbatu. Demikian seperti dikutip dari buku Ayo Berwisata ke Lampung karya Rudolf W Matindas dan Budiman.

Bukit Gunung Botak
Begitu halnya dengan kondisi bukit Gunung Botak yang masih berada di kawasan wisata tersebut. Bekas-bekas pembakaran vegetasi masih tampak. Bukit itu tidak menarik untuk didaki.

Padahal, dari atas bukit setinggi 50 meter inilah, panorama dan keindahan hamparan Pantai Wartawan dan sekitarnya terlihat sangat indah. Bukan itu saja, di bukit ini Anda juga bisa melihat gua dan berziarah ke Makam Tubagus Sulaiman, salah seorang pendekar asal Banten.

Akses jalan menuju lokasi sangat mudah. Kawasan ini berada persis di tepian jalan raya yang menghubungkan Kecamatan Rajabasa dengan Kota Kalianda. Kondisi jalan aspalnya pun masih tergolong baik.

Jika Anda menempuhnya dari Pelabuhan Bakauheni berjarak sekira 31,7 kilometer atau 18, 2 kilometer dari pusat Kota Kalianda. Dari Pantai Wartawan ke Candi Indah berjarak sekira 8,2 kilometer. Sementara itu, dari Makan Radin Intan II berjarak sekira 15,6 kilometer.

Terakhir, tarif masuk yang dikenakna adalah Rp2.500 tiap orang. Ongkos ini masih ditambah jasa parkir sebesar Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.

Sumber:http://liputan-menarik.blogspot.com/2012/02/keunikan-air-panas-di-pantai-wartawan.html

1 komentar:

  1. Wah.. unik juga air panas nya nih..
    Sayangnya jauh di Lampung yah..

    BalasHapus