Home » » Duet Maut Obat Penenang & Alkohol Bisa Bikin Nyawa Melayang

Duet Maut Obat Penenang & Alkohol Bisa Bikin Nyawa Melayang

Jakarta, Ratu pop Whitney Houston ditemukan meninggal mendadak di kamar mandi hotel Beverly Hilton di Beverly Hills, California pada 11 Februari 2012. Whitney kabarnya punya kebiasaan selalu meminum pil Xanax setiap kali akan manggung untuk mengurangi gugup.



Terlebih di hari kematiannya, whitney akan tampil di pesta Pre-Grammy Clive Davis dan diduga ia meminum Xanax seperti kebiasannya. Tak cuma cuma obat penenang itu saja, polisi juga menemukan alkohol di dekat tubuhnya. Kombinasi alkohol dan Xanax itu berakibat fatal bagi tubuh Whitney.

Walaupun proses toksikologi dari pemeriksaan jenazah belum usai dilakukan, banyak rumor mulai beredar bahwa Whitney meninggal karena mencampur sejenis obat penenang yang bernama Xanax dengan alkohol.

Dikatakan pada saat ditemukan posisi Whitney yang sepertinya tenggelam di dalam bathtub awalnya diduga karena tenggelam, tapi uji sementara mengatakan tidak ada air di dalam paru-parunya. Ini menandakan kalau Whitney sudah meninggal lebih dulu sebelum tergeletak di bathtub.

Pada tulisan ini akan coba sedikit dibahas tentang obat yang disebut-sebut berperan dalam kematian Whitney Houston ini.

Xanax dan Alkohol

Xanax adalah merk dagang untuk obat golongan benzodiazepin yang bernama generik ALPRAZOLAM. Alprazolam adalah salah satu obat anticemas yang paling banyak diresepkan dan sayangnya paling sering disalahgunakan. Indikasi utama obat ini adalah untuk gangguan cemas panik terutama saat serangan panik.

Pada praktiknya, banyak dokter meresepkan ini bukan hanya untuk gangguan cemas panik tetapi juga pengobatan kondisi cemas lainnya dan juga insomnia.
Alprazolam termasuk golongan obat benzodiazepin yang memiliki waktu paruh pendek.

Artinya obat ini cukup sebentar berada dalam darah manusia setelah dimakan. Waktu paruhnya termasuk metabolitnya berkisar antara 8-15 jam. Pada praktiknya efek obat ini sudah hilang dalam 3-4 jam saja.

Keadaan ini membuat potensi ketergantungan akan zat ini juga semakin besar. Obat ini tidak disarankan dikonsumi lebih dari beberapa minggu. Biasanya di tempat praktik dokter disarankan memakai obat ini tidak lebih dari 4 minggu, bahkan ada beberapa anjuran tidak memakainya lebih dari dua minggu.

Alprazolam dan Alkohol sebenarnya mempunyai sifat yang sama yaitu sebagai depresan untuk sistem saraf otak. Maksud dari Depresan ini adalah bahwa obat ini memperlambat sistem saraf otak yang hasilnya adalah ketenangan yang didapat.

Alprazolam yang bekerja di sistem Glutamat Amino Butiric Acid (GABA) mempunyai sifat sebagai sedatif, artinya sifat obat ini menenangkan. Sedangkan Alkohol juga mempunyai sifat yang sama yaitu menenangkan.

Kedua zat ini tidak pernah dianjurkan untuk diminum bersamaan. Bahkan seseorang yang sedang dalam terapi pengobatan dengan obat alprazolam tidak disarankan untuk minum alkohol selama pengobatan walaupun tidak berbarengan saat minumnya.

Hal ini karena jika diminum bersamaan maka efeknya bisa berkali lipat dari efek yang diharapkan sebenarnya. Beberapa penelitian juga mengatakan bahwa obat benzodiazepin termasuk alprazolam dalam dosis besar atau dosis yang dilipatgandakan karena interaksi dengan obat lain akan membuat potensi lebih besar lagi dalam menekan sistem pernapasan di otak.

Jika melihat adanya riwayat pengobatan paru-paru (yang dikatakan penyakit emfisema) oleh beberapa media tentang Whitney Houston, bisa saja terjadi kondisi pemakaian alprazolam dan alkohol membuat pernapasannya menjadi tertekan yang membuat kondisinya menjadi membahayakan apalagi dengan adanya riwayat gangguan paru tersebut.

Apa yang saya tuliskan di atas adalah hanya asumsi berdasarkan pemberitaan di media terkait dengan apa yang dialami oleh mendiang Whitney Houston. Apa yang sebenarnya terjadi di balik kejadian ini kita nantikan saja laporan resmi dari pemerintah di sana.

Pesan saya hati-hatilah memakai obat penenang dan alkohol. Jika memakai obat anticemas golongan benzodiazepin harusnya dalam pengawasan dokter bukan mencoba mengobati diri sendiri dengan membeli obat di apotek-apotek nakal yang masih menjual obat-obat jenis ini tanpa resep dokter. (Detik.Com)

0 komentar:

Poskan Komentar