Home » » Alexithymia, Jika Hidup Terlalu Logis dan Tak Pakai Perasaan

Alexithymia, Jika Hidup Terlalu Logis dan Tak Pakai Perasaan

Jakarta, Orang-orang yang menderita Alexithymia dikenal sebagai sosok yang terlalu logis, tidak sentimentil, tidak bersahabat karena kurang empati, membuat keputusan pribadi berdasarkan prinsip, bukan perasaan. Kondisi ini karena si penderita tidak mampu mengeluarkan apa yang dirasakannya.


Setiap orang biasanya tahu apa yang dirasanya salah dan mengerti bagaimana cara menggambarkan perasaannya. Tapi orang yang memiliki alexithymia akan sulit mengungkapkan perasaannya, bahkan tidak tahu emosi apa yang dirasakannya.

Alexithymia adalah gangguan psikologis yang dicirikan dengan ketidakmampuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan secara verbal emosi dan perasaan yang dialami di dalam dirinya seperti orang lain.

Biasanya orang dengan gangguan ini lebih banyak menyendiri, memiliki kemampuan empati yang kurang, mengalami kesulitan besar dalam memahami dan merespons perasaan orang lain.

Orang yang secara verbal tidak bisa mengekspresikan emosi negatif yang dirasakannya akan mengalami kesulitan untuk menetralkan emosi dalam tubuhnya, seperti dikutip dari Psychiatrictimes, Selasa (17/1/2012).

Sebelumnya, alexithymia sering dianggap disertai dengan gangguan psikosomatis yang melibatkan gejala fisik dari tubuh yang diperburuk oleh pikirannya, seperti orang yang sangat marah tapi tidak bisa mengekspresikan kemarahannya akan mengalami sakit perut.

Namun ternyata keluhan ini bisa muncul dalam bentuk yang berbeda, bahkan dalam studi terbaru diketahui pada beberapa orang dengan alexithymia justru tidak menunjukkan keluhan fisik apa pun.

Saat ini diketahui ada 2 jenis alexithymia yaitu:

1. Alexithymia state, biasanya memiliki sebab yang spesifik dan merupakan kondisi sementara. Salah satu contoh penyebab paling umum dari kondisi ini adalah post traumatic stress disorder (PTSD) akibat peristiwa mengerikan yang dialaminya.

2. Alexithymia trait, yaitu suatu karakteristik yang melekat dalam kepribadian seseorang. Tipe ini bisa disebabkan oleh bawaan atau peristiwa yang terkait di usia dini, misalnya penyalahgunaan atau penelantaran.

Seseorang yang memiliki alexithymia akan ditandai oleh beberapa hal dalam kehidupan sehari-harinya yaitu:

Sulit untuk berbicara tentang emosinya sendiri
Sering dianggap oleh orang lain sebagai sosok yang terlalu logis, tidak sentimentil, tidak bersahabat karena kurang empati
Akan merasa bingung dengan reaksi emosional orang lain
Memberikan jawaban yang bertele-tele untuk suatu pertanyaan yang sederhana
Jarang melamun atau berimajinasi tentang prospek dirinya di masa depan
Memiliki reaksi yang tenang mengenai karya seni, sastra atau musik
Membuat keputusan pribadi berdasarkan prinsip, bukan perasaan
Kadang menderita gangguan fisiologis seperti sakit perut, muka memerah, sakit kepala

Untuk mengetahui kondisi ini biasanya berdasarkan pada variabel karakteristik yang diukur oleh peneliti dan psikolog melalui kuesioner. Setiap jawaban memiliki nilai tertentu, nantinya nilai total dari kuesioner ini akan dianalisis untuk menunjukkan ada atau tidaknya alexithymia dalam diri orang tersebut. (Detik.Com)

0 komentar:

Poskan Komentar