Home » » 7 Cara Meredakan Konflik dengan Pasangan

7 Cara Meredakan Konflik dengan Pasangan


Menemukan perbedaan dalam mengelola keuangan, membesarkan anak, atau mengatur keluarga dengan pasangan lalu timbul konflik? Biasa! 

Tidak ada pasangan yang bebas konflik. Dalam menjalani kehidupan berumah tangga pasti pasangan akan melewati berbagai macam konflik sebelum mencapai suatu keharmonisan antara suami dan istri. 

Apa yang perlu dilakukan jika hubungan dengan pasangan mulai memanas? 

Di bawah ini ada 7 cara yang dapat meredakan konflik yang dapat dicoba : ↓

1. Tenangkan diri

Saat situasi sedang memanas, cobalah untuk mundur, mengambil jeda sejenak. Turunkan eskalasi emosi dengan mengambil napas panjang, minum air putih, atau berwudhu yang dapat dilanjutkan dengan shalat sunnah atau shalat wajib sesuai dengan waktunya. Hindari menemui pasangan sebelum kita merasa tenang.

2. Komitmen untuk mencari solusi

Buat komitmen pada diri sendiri dan jika mungkin pada pasangan, bahwa apa yang sedang dan akan dilakukan adalah upaya untuk menyelesaikan konflik serta mencari solusi, dan bukan sarana untuk saling melampiaskan emosi.

3. Tahan diri dan dengarkan

Cobalah untuk menahan diri untuk tidak berkomentar atau berbicara dan mendengarkan pasangan terlebih dahulu. Dengarkan pasangan dengan seluruh kemampuan, tidak hanya dengan telinga tapi dengan hati kita. 
Pesan apa yang sebetulnya ingin disampaikannya. 
Apakah ada masalah yang ingin diselesaikan, ataukah ia hanya ingin didengarkan dan mencurahkan perasaannya semata.

4.Asah empati

Coba untuk merasakan apa yang dirasakan pasangan kita pada saat ini. Tempatkan diri kita di tempatnya. Hal itu akan mempermudah kita mendinginkan hati dan bertoleransi pada apa yang dialami pasangan, selain mempermudah komunikasi kita terhadap pasangan.

5.Jangan mengeneralisir

Saat mulai berbicara, cobalah untuk semaksimal mungkin menghindari kata ‘selalu’ dan ‘tidak pernah’ saat terlibat konflik dengan pasangan. 

Misalnya, ‘Kamu selalu tidak perduli padaku,’ atau ‘Kamu tidak pernah memperhatikan anak-anak.’ 
Kata-kata ini dapat memperuncing emosi pasangan, sehingga sebaiknya katakan secara spesifik apa yang kita maksudkan. 
Misalnya, “Saya merasa tidak dipedulikan saat kamu tidak mau membantu saya yang repot membersihkan rumah sedangkan kamu asyik membaca.”

6. Hindari keputusan dan ultimatum

Apapun yang terjadi cobalah untuk menghindari mengambil keputusan atau memberi ultimatum saat suasana sedang panas. Semua keputusan yang diambil harus dilakukan dengan hati tenang, sehingga kita dan pasangan dapat berpikir secara lebih rasional dan realistis.

7. Ucapkan kata maaf

Jangan gengsi untuk meminta maaf jika kita bersalah. 
Namun ucapkan permohonan maaf dengan menatap matanya dalam-dalam diawali dengan niat yang tulus, dan bukan untuk mengumbar kata-kata yang sama berulang kali tanpa ada niat untuk memperbaiki diri.

Jika konflik telah dapat diredakan dan diatasi, tutuplah lembaran ini dengan lembaran baru yang merupakan hasil komitmen bersama, dan jangan coba untuk mengungkit-ungkitnya kembali.[esthi]

Semoga Bermanfaat...










Sumber:https://www.facebook.com/note.php?note_id=326808864003723

0 komentar:

Poskan Komentar