Home » » 30 HARI MENCARI CINTA

30 HARI MENCARI CINTA

Hari itu ia begitu bahagia. Senyumnya mengembang lebar. Merekah bagaikan langit dikala itu. Langit yang dihiasi ribuan bintang dan pesona bulan purnama dimalam itu. Sinarnya yang begitu putih menyapa para bintang disekelilingnya. Menerangi malam di Kota Kuala Lumpur. Beberapa orang mengabadikan pesonanya malam itu. Diantara mereka ada yang asik memadu kasih dibawah sinarnya.
            Malam itu ia sungguh mempesona. Pesonanya mampu menenangkan hati yang beriak, membuat bahagia hati yang sedih. Malam itu tak ada satu dzatpun dimuka Bumi yang mampu menandingi keindahannya. Bahkan Mawar putih yang tumbuh disekitar Bukit Bintang harus mengakui keindahan purnama malam itu.
            Dibeberapa tempat muda-mudi tengah memadu cinta. Saling memuji satu sama lain. dibawah pesona sang rembulan mereka saling berbagi kasih. Mereka tidak ingin melewati indahnya malam itu tanpa kalimat-kalimat cinta dari bibir mereka. Mereka memanfaatkan momen purnama sebagai waktu yang tepat untuk merekahkan hati mereka. Entah tidak sadar atau tidak peduli, semua yang mereka lakukan senantiasa dalam pengamatan sang maha pengasih.
            Ia bagaikan seorang ratu, yang berada disekeliling para pengawalnya. Tak ada satupun yang mampu merebut keindahannya malam itu. semuanya hanya bermimpi. Cahayanya yang begitu indah tiada henti berdzikir. Mengajak para bintang berdzikir. Mengajak mawar putih berdzikir. Bahkan angin tak mau ketinggalan berdzikir. Mereka berdzikir dengan cara mereka sendiri.
            Pemuda itu berbaring disalah satu kamar yang ada di Radius International Hotel. Ia memandang kearah luar jendela. Purnama masih terus menampakan keindahannya. Pesona purnama mampu membuat teduh hatinya. Tapi ia harus mengakui sesuatu, Purnama itu kalah keindahannya dengan seorang gadis.
            Gadis yang beberapa hari ini telah membuatnya terpesona. Melebihi pesona purnama kala itu. Tiga hari sudah sejak bertemu di hotel itu ia terpesona pada gadis asal Indonesia itu. Tiba-tiba rasa bangga menyelimuti hatinya. Bangga sebagai warga Negara Indonesia. Gadis yang begitu cerdas. Tiga hari sudah ia mewakili Indonesia pada pembentukan Kelompok Pemuda ASEAN. Ia adalah satu dari dua pemuda-pemudi yang dipilih untuk mewakili Indonesia. Satunya lagi adalah seorang perempuan bernama Lestari.
            Sebuah kelompok baru yang disepakati para pemimpin di ASEAN dan akan diresmikan beberapa hari lagi. Komunitas yang diharapkan mampu membawa dan mengikatkan tali persaudaraan antar Negara di ASEAN. Menciptakan kedamaikan, terutama antara pemuda Indonesia dan Malaysia yang masih bergesekan.
            Sungguh disayangkan, Gadis itu bukan mewakili Indonesia tetapi mewakili Negara tetangga, Singapura. Bukan salah dia jika ia mewakili Singapura. Semua kebutuhan kuliahnya hingga ia meraih predikat Sarjana, semua dibiayai pemerintah Singapura. Orang secerdas dia kurang memperoleh perhatian dari pemerintah tempat ia lahir.
            Ia tidak bisa memejamkan matanya. Ia memang seorang pemuda biasa. Walaupun ia lulusan sebuah Pesantren ternama di Indonesia, lalu menyelesaikan Studi Sarjananya di Mesir tidak memberikan jaminan bahwa ia tidak akan terpesona akan kecerdasan gadis itu.
            Gadis yang sungguh cerdas, ia memiliki kemampuan intelektual jauh diatas rata-rata. Gaya bahasanya yang begitu rapi tapi pedas menjadi cirri khasnya.
            Jazzica nama Gadis itu. lengkapnya. Jazzica Angelita Putri Lestari. Dalam Forum itu ia lebih suka dipanggil Ezzy. Suatu hari Ezzy membuatnya tercengang, terdiam, terkejut, terpana, dan ter-terlainnya. Ezzy mengkritik masalah antara Indonesia dan Malaysia yang tiada henti saling klaim.
            “Inikah yang disebut serumpun? Masalah yang sedemikian kecilnya mampu membuat Api berkobar begitu Dahsyat? Ada apa dengan Reog Ponorogo? Tarian milik Indonesia diklaim milik Malaysia, mengapa? Bukankah para penduduk Asli Indonesia ada yang bermukim di Malaysia beberapa tahun silam, kemudian mengembangkan tarian itu disana lalu berkembang ke anak cucu mereka yang ada di Malaysia. Lalu salahkah Malaysia jika itu diklaim milik mereka?”
            “Lihatlah Arsitektur Menara kembar tertinggi di Dunia, yang hanya dimiliki Oleh Malaysia. Desain Arsitektur bangunan itu mengambil arsitektur dari situs budaya Candi Prambanan di Indonesia. Bukankah itu dapat membanggakan Indonesia? Mereka punya andil dalam bangunan kebanggaan Malaysia itu. Ternyata mereka menjadi Guru bagi Malaysia. Semuanya ditiru. Bukankah itu bukti bahwa adi karya Indonesia begitu mempesona?”
            “lalu untuk Malaysia? Sampai kapankah mengklaim segala milik Indonesia adalah milikmu? Belum cukupkah Pulau Sipadan dan Legitan kalian ambil? Dan untuk Indonesia, berapa banyak ciri khas yang kau miliki dan kau kenali? Apakah kau akan berteriak Itu Punyaku, Kembalikan. Setelah diklaim oleh Malaysia? Kenalkah kalian terhadap budaya kalian? Lupakan itu sejenak. Bukankah itu hanyalah masalah kecil yang tidak perlu diperebutkan. Biarlah A milik A, dan B milik B. dimanakah Nusantara? Pernahkah kalian berfikir bahwa jika ASEAN bersatu, mereka akan menjadi pemimpin di ASIA bahkan di DUNIA. Menyingkirkan Jepang, Cina, Amerika, Rusia dan Negara-negara lainnya. STOP PERDEBATAN, bukankah lebih baik jika kita bersatu? Kini saatnya kita, Generasi Muda ASEAN memajukan ASEAN demi kepentingan bersama para Anggota ASEAN”
            Suara lantang gadis itu masih tergiang-giang terus ditelinganya. Gadis itu tidak takut berbicara, sekalipun saat itu ia ada di Malaysia. Satu lagi yang dimiliki Ezzy, tidak hanya kecerdasan tetapi juga Kecantikan. Wajah Asia Tenggara yang blasteran. Menurut berita yang ia dapatkan, Ezzy merupakan blasteran. Ayahnya merupakan seorang warga Jerman blasteran Arab-Belanda. Ibunya asli Bandung blasteran Amerika-Jepang. Sungguh membingungkan jika ia terus memikirkan sejarah keluarga Gadis itu. Ia benar-benar perpaduan yang sempurna. Perpaduan diatas perpaduan, maka bukanlah hal yang aneh jika ia memiliki kecerdasan gadis-gadis amerika dan jepang, juga kecantikan arab, jerman, dan belanda, tidak ketinggalan Ia juga memiliki tutur kata yang sopan seperti ibunya yang Asli Bandung.
            Pemuda itu tak bisa mengusir bayangan Ezzy dari kepalanya. Ia sudah berusaha, Al-Quran telah berulang kali ia lantunkan namun tetap saja Ezzy bermukim di kepalanya. Ia kesulitan. Seharusnya malam itu ia sudah tidur. Banyak yang harus ia lakukan besok.
            Pemuda itu bernama Adrian Zulkifly. Besok jadwalnya padat. Dari pagi sampai siang nanti, ia akan menghadiri pembentukan Kelompok Pemuda ASEAN. Besok adalah hari keempat dan akan dihadiri para petinggi dari masing-masing Negara. Siangnya ia akan berjalan bersama teman barunya, Syamsurizal yang berasal dari Brunei Darussalam. Mereka memang sekamar di Hotel itu. dan malam harinya nanti ia diajak makan malam oleh Ezzy. Hanya mereka berdua, tanpa Rizal, tanpa Tari, tanpa teman-teman mereka yang lain di Kelompok Pemuda ASEAN. Hanya mereka berdua.
            Ia benar-benar diuji. Rasanya sia-sia jika ia menolaknya. Tak ada alasan yang tepat baginya untuk menolaknya pula. Ia Sangatlah beruntung, mendapat tawaran dari Ezzy. Kandidat kuat yang akan menjadi Ketua dalam KP ASEAN itu. Beberapa temannya seforumnya berkali-kali mengajak Ezzy makan malam, namun selalu ditolak. Ezzy hanya ingin makan malam bersamanya. Sepertinya ia tahu alasan utama Ezzy memilihnya, dia adalah pemuda Indonesia.
            Ia tersadar dari lamunannya saat pintu kamar Hotel dibuka oleh seseorang. Orang itu adalah Rizal. Ia membawa beberapa tas plastic berisikan roti, air mineral, snak dan banyak lagi untuk ia jadikan cemilan. Ditangan kanannya ia memegang sebuah piring berisi sate beberapa tusuk.
            “ini untukmu!”rizal menyerahkan sate itu untuknya. Ia segera bangkit dan menerimanya. Rizal ternyata sangat baik, membawakan makanan favoritnya.
            “terima kasih ya, kamu kok tahu aku suka makan sate?”
            “bukan dari aku, tapi dari Ezzy!”
            “Ezzy??”Kifly mengerutkan dahinya. Ada apa dengan Ezzy? Darimana ia tahu kalau Kifly suka makan sate? Kifly tidak habis pikir. Mungkinkah Ezzy menyukainya,? Tiba-tiba saja, bayangan Ezzy datang menghampirinya, menyuapkan sate itu padanya. Lalu ia juga membalas menyuapi Ezzy.
            Astagfirullah!Ia menjerit.
            Fikiran yang tidak sepantasnya terlintas di fikirannya. Ia segera menghempasnya jauh-jauh. Ia menaruh sate itu keatas meja. Ia mengajak Rizal untuk makan bersama, namun Rizal menolaknya. Dari  wajahnya sangat Nampak bahwa dia tidak suka makan sate. Ia lebih suka menghabiskan roti-roti belanjaanya.
            Kring..Kring..
            Telepon di kamarnya berdering. Rizal yang mengangkatnya, sementara Kifly terus menyantap sate itu. dalam waktu yang cepat, piring itu menyisakan beberapa tusukan sate yang telah bersih. tak ada sate lagi.
            “Oh ya ada. Tunggu sebentar”Ujar Rizal pada seseorang dibalik telepon itu sambil melirik ke arah Kifly yang sedang meneguk air mineral yang dibawanya tadi.
            “Fly. Telefon untukmu,”Rizal menyerahkan gagang telepon pada Kifly.
            “Untuku? Dari siapa?”
            “Si pemilik Sate”
            Ia berdiri dan mendekati Rizal. Ia yakin itu telefon dari Ezzy. Rizal menyerahkan gagang telefon padanya lalu beranjak ke depan televisi.
            “ya, ada apa?”
            “sudah terima satenya, Fly?”
            Suara itu sangat akrab ditelinganya. Bukan suara ezzy, itu suara Tari. Ada sedikit kecewa dihatinya.
            “oh iya. Sudah habis malah, thank’s yah!”serunya.
            “iya. Eh kamu tuh harus terima kasihnya ke Ezzy bukan ke aku. Itu dia yang ngasih, tadinya kita berdua yang mau ngantar ke kamarmu. Eh, si Rizal pas banget lewat kamar kita. Ya Udah titip aja ke dia”
            “owhh. Sampein aja ke dia, terima kasih”
            “siip!! Eh bentar jangan dulu diputusin, nih Ezzy mau ngomong!”
            Jantungnya berdebar. Ia jadi Grogi, padahal Ezzy tidak ada didepannya.
            “Hallo. Kifly ya?”suara Ezzy terdengar begitu lembut ditelinganya, menyusup masuk lalu menggetarkan hatinya. Ia tidak tahu apa yang ia rasakan saat itu. yang ia tahu, ia hanya terpesona pada Gadis itu. Ia beristigfar berkali-kali.
            “iya benar. Ada apa ya?”
            “hmm. Jangan lupa janjimu, besok kita ada janji dinner kan? Awas sampai gak datang”
            “insya Allah”
            “pokoknya Harus! Ya sudah itu saja, bye!”
            “bye!”
            Pembicaraan mereka terputus dengan saling say good bye. Kifly meletakkan gagang telefon itu kembali pada tempatnya lalu beranjak menuju ranjangnya. Ia kembali merebahkan tubuhnya. Ia kebingungan, jika ia menolak atau membatalkan dia pasti akan dinilai tidak konsisten. Dan itu pasti mengganggu keberadaanya di Forum Dunia itu. tapi jika ia terima, Ia tidak yakin mampu menahan godaan dari wanita secantik Ezzy. Godaan yang tidak datang secara langsung.
            “jangan terlalu dipikirkan. Datang saja, duduk, makan, lalu pulang. Selesai kan?”gumam Rizal dari jarak yang tidak jauh darinya. Ia hanya bisa menghembuskan nafas. benar kata Rizal, ia tinggal datang, lalu duduk, memesan makanan, berbincang seputar Forum sembari menunggu Makanan, makan lalu pulang. Tidak perlu berlama-lama.

[][][][][]
            Rapat baru saja selesai. Semua rangkaian pembentukan ASEAN Youth Community telah selesai. Terpilihlah Ezzy sebagai Ketua AYC, lalu wakil ketua satu adalah Kifly, dan wakil ketua dua adalah Emire, peserta asal Thailand. Esok adalah pembentukan pengurus dan sabtu malam nanti adalah acara pelantikan pengurus sekaligus malam penutupan. Bagi Kifly sendiri banyak yang harus ia persiapkan nanti setelah tiba di Indonesia. Ia adalah ketua AYC Indonesia dengan wakilnya Lestari. Mereka akan membentuk AYC Indonesia.
            Sebelum acara usai, mereka berdua menyempatkan diri bertemu dengan bapak presiden. Menyalaminya. Mereka berdua terbilang beruntung, dari sekian banyak pemuda Indonesia mereka terpilih mewakili Indonesia pada AYC dan juga bisa lebih kenal dengan bapak presiden. Walaupun banyak diantara pemuda Indonesia sangat tidak menyukai bapak Presiden.
            Setelah acara usai, mereka meninggalkan ruang rapat yang ada di Radius International HotelItu. Kifly dan Rizal berjalan bersama-sama. Acara selesai lebih cepat dari yang diperkirakan. Mereka naik Lift dan menuju ke lantai 16, dua lantai lagi mereka akan sampai puncak bangunan Hotel. Mereka menuju kamar, berganti pakaian yang biasa saja. lalu kembali turun.
            Diluar Hotel mereka disambut dengan pemandangan yang indah. Di Daerah Bukit Tinggi, terdapat pusat perbelanjaan ternama yang ada di Kuala Lumpur. Berjaya Times Square, Bukit Bintang Plaza, Imbi Plaza, Kuala Lumpur Plaza, Low Yat Plaza, Starhill Galeri, Sungei Wang Plaza, Lot 10 dan yang baru dibuka Pavillion KL.
            Mereka berjalan menyusuri jalan bukit bintang yang merupakan daerah perbelanjaan Salah satunya adalah Bintang Walk. Tempat ini telah sudah banyak diperbaiki dan berubah selama 5 tahun terakhir menjadi salah satu surga bagi para shopaholic. Kafe, restoran, klub, toko, mal, dan banyak lagi tempat hiburan memenuhi jalan ini. Ribuan masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara terlihat memenuhi daerah Bintang Walk dan pusat perbelanjaan yang ada di dearah itu.
            Beberapa pengunjung turun dari sebuah bus duan tingkat. Penduduk local menyebutnya KL Hop-On, Hop-Off. Pengunjung yang turun segera menuju ke Berjaya Times Square. Beberapa dari mereka Nampak merupakan penduduk local sementara lainya adalah para wisatawan mancanegara. Tidak mau ketinggalan Bus Unik itu, mereka berdua bergegas menaiki Bus itu.
            Mereka membeli tiket. Sebenarnya Bus itu adalah sebuah City Tour Bus. Tapi tidak apa, tepat dengan apa yang mereka inginkan yaitu berwisata. Di Bus itu, Pengguna boleh naik dan turun seberapa banyak yang mereka mau di berbagai lokasi perhentian hingga akhir tiket tempuh. Itu merupakan satu cara yang hebat untuk menjelajahi kota Kuala Lumpur, juga untuk mempelajari budayanya yang bersejarah, bertemu dengan masyarakat lokal serta berbagai atraksi di dalamnya, Para Wisatawan bebas mengelilingi pusat kota dengan waktu yang. Dan kesempatan itu digunakan sebaik-baiknya oleh mereka berdua.
            “Didepan kita akan menemui Halaman Tugu Negara. Di halaman Tugu Negara terdapat sebuah arca tugu peringatan terbesar di dunia. Arca ini diciptakan pada tahun 1966 oleh Felix de Weldon yaitu seorang pematung terkenal yang juga telah mencipta tugu peringatan Iwo Jima di Washington DC.”seorang pemandu wisata menunjuk kearah sebuah Halaman.
            Kifly dan Rizal mengikutinya, mereka meluaskan pandangan mereka keluar jendela BUS. Tugu itu terletak di lokasi yang tenang, dikelilingi kolam air mancur yang dihiasi arca bunga teratai yang dibuat dari logam cetakan. Disebelahnya mereka bisa melihat Taman ASEAN dan Memorial Tun Razak di mana tersimpan barang-barang peninggalan Perdana Menteri Malaysia yang kedua yaitu almarhum Tun Abdul Razak Hussein. Juga dapat melihat Taman Tasik Perdana.
            ”Seperti patung pancoran, adanya di tengah-tengah kolam. Apa ini juga diikuti dari Indonesia?”Tanya Rizal yang melihat Kifly terlalu memperhatikan Tugu Negara Malaysia itu.
            ”tidak tahu. Eh, kamu pernah ke Indonesia?”
            ”pernah. Dua kali”
            ”kalau ke Indonesia biasanya kamu kemana?”
            ”Jakarta, Jogja, Solo sama Bali.”
            Bus berhenti sejenak, menanti beberapa penumpang yang akan naik juga yang akan turun. Mereka berdua turun dan menuju ke Taman Tasik Perdana. Tapi bukan Taman itu tujuan mereka. Mereka berjalan kaki menuju ke Museum Kesenian Islam Malaysia yang letaknya tepat diantara Taman Tasik Perdana dan Masjid Negara.
            Beberapa orang berpapasan dengan mereka. Penduduk local, para wisatawan mancanegara juga ada beberapa orang Indonesia. Sepertinya mereka ini adalah para TKI yang ada di Malaysia. Mereka sering dijuluki Pahlawan Devisa. Mereka memang Pahlawan, bahkan beberapa dari mereka harus mati ketika bertugas menjadi TKI padahal mereka tidak sedang berperang.
            Mereka melewati Museum Kesenian Islam Malaysia dan menuju ke Masjid Negara. Suara Suci telah memanggil mereka. Bergema dari Masjid Negara lalu menarik hati para insan muslim melangkah mengikuti arah suara itu. Mereka masuk kedalam pelataran Masjid Negara, melepaskan sepatu dan duduk sebentar di serambi Masjid.
            Adzan baru saja selesai berkumandang. Beberapa Jama’ah mulai berdatangan. Diantara para Jama’ah itu ada beberapa gadis berjilbab. Kifly memperhatikan mereka. Ada yang berwajah cina, arab, eropa, juga wajah lokal. Wajah Khas Asia Tenggara. Mereka cantik-cantik, tapi Kifly belum menemukan seseorang yang mampu mengusir Ezzy dari hatinya. Ia berulang kali beristigfar, memohon ampun dari Maha Pemilik Hati.
[][][][][]
            Ia baru saja selesai mandi. Rambutnya yang hitam lebat terurai meneteskan titik-titik air kelantai kamar hotel. Ia mengambil handuk kecil lalu mengeringkan sisa air yang ada dikepalanya. Ia menuju jendela dan melihat keluar, tampaklah keramaian bukit bintang dihadapanya. Gadis itu adalah Ezzy. Gadis yang mampu mengusik jiwa Kifly.
            “Ri, sudah berapa lama kamu kenal sama Kifly?”tanya Ezzy pada seorang gadis yang sedang menikmati secangkir Teh Tarik khas Malaysia itu.
            “belum. Aku kenal dia baru beberapa hari ini, kita bertemu di Jakarta. Lalu berangkat bersama kesini”
            “jadi kalian baru saling kenal?”ezzy memutar-memutar rambutnya yang basah dengan jari telunjuknya hingga seluruh bagian jarinya tertutupi oleh rambutnya yang hitam lebat itu.
            Tari mengangguk.
            “Dia Hebat ya? Tidak seperti peserta pria lainnya. Ia begitu keras membantah pendapatku kemarin”
            “kamu sih, Indonesia itu Negara Kaya”
            Ia hanya tersenyum. Kifly adalah satu-satunya peserta yang mampu berdebat dengannya. Selama Acara pembentukan AYC ia hanya sering berbicara tanpa berdebat. Dan jika berdebat, itu hanya dengan beberapa orang peserta yang berasal dari Kedutaan Besar Negara yang ada di Malaysia.
            “Siapa bilang Indonesia miskin? Kau tahu? 50% dari total PDB yang dihasilkan oleh ASEAN adalah milik Indonesia. Bahkan Stancart Chartered Bank memprediksikan bahwa Indonesia akan masuk kedalam 10 raksasa Ekonomi Dunia di tahun 2020. Dan di 2030, Indonesia akan masuk menjadi 5 Raksasa Ekonomi Dunia bersama Cina, Amerika Serikat, India dan Brazil. Indonesia terbilang hebat. Ia mampu menggeser Negara-Negara besar seperti Jepang, Jerman dan Prancis yang saat ini bersama-sama dengan Cina dan Amerika Serikat menjadi Pengendali Ekonomi Dunia. Walaupun Stanchart hanya memprediksi Indonesia sebagai kuda hitam saja yang menempati urutan ke lima, tapi itu sangat baik melihat perkembangan Indonesia. Saat ini, Indonesia merupakan negara yang memiliki peran penting di ASEAN. Dari 565 juta populasi ASEAN, Indonesia mencakup 40 persennya.”
            Kifly begitu membela Indonesia, walaupun telah menjadi rahasia Dunia bahwa Negara dengan pulau terbanyak itu adalah Negara Paling Korupsi di Indonesia. Ezzy tersenyum-senyum mengingat wajah Kifly. Ia senang bisa berteman dengan anak Indonesia itu. tidak hanya sopan dan tampan, ia juga cerdas. Tapi ia agak sedih, karena beberapa hari lagi ia akan berpisah. Walaupun ia dan Kifly akan bekerja sama di AYC sebagai ketua dan wakil, bukan berarti mereka akan bertemu tiap hari. Bahkan bisa diprediksi, mereka hanya akan bertemu 3 – 5 kali dalam setahun. Apalagi Kifly akan melanjutkan Studi Magisternya ke Turki. Jika saja Kifly tetap seperti itu, ia yakin bahwa suatu saat nanti Kifly bisa menjadi salah satu orang yang paling berpengaruh di dunia.
[][][][][]
            Mereka melangkah keluar dari Museum Kesenian Islam Malaysia. Museum Islam Antarabangsa itu mengandung lebih dari tujuh ribu barang artefak dan sebuah perpustakaan yang memiliki sejumlah besar buku yang berkaitan kesenian Islam. Barang-barang artefak seni yang dipamerkan terdiri dari objek sekecil perhiasan yang indah hingga ke salah sebuah model Masjidil Haram yang terbesar di dunia.
            Mereka melangkah mencari sebuah Taksi. Kali ini tujuan mereka adalah Pasar Seni Kuala Lumpuryang letaknya berdekatan dengan ChinaTown. Mereka disambut oleh Bangunan yang menonjolkan salah satu contoh warisan seni bangunan Kuala Lumpur. Yang juga berfungsi sebagai sebuah ajang bazaar berhawa dingin yang menjual hasil seni dan kerajinan tangan.
            Mereka turun dari taksi, membayarkan beberapa Ringgit lalu masuk kedalam Pasar Seni itu. Di dalam bazaar, para pelukis lokal yang berbakat asyik menyelesaikan lukisan mereka sambil memaparkan hasil lukisan mereka kepada orang banyak. Pasar Seni juga menjadi tempat terkumpulnya pelbagai jenis hasil seni dan kerajinan tangan tradisional dari Malaysia dan negara Melayu serantau.
Barang cetakan Royal Selangor Pewter yang tersohor di seluruh dunia juga ada dijual di Pasar Seni. Royal Selangor Pewter yang dilahirkan pada tahun 1886 adalah penghasil barangan cetakan logam terbesar dan tertua di dunia. Asal-usul perkumpulan serikat ini berkaitan erat dengan sejarah kelahiran Kuala Lumpur, selaku pengeluar bijih timah terbesar di dunia suatu masa dahulu.
Selain persembahan tarian dan musik tradisional mereka, penduduk Mah Meri juga terkenal dengan hasil seni ukiran tradisional mereka yang membangkitkan perasaan yang diperbuat dari sejenis kayu paya keras yang dinamakan “Nyireh Batu”.
            Mereka berdua bukanlah seorang seniman, tapi lebih kepada penikmat seni. Seseorang mendekatinya. Orang itu membawa sebuah lukisan yang begitu indah. Sepertinya orang itu sedang mendagangkan hasil lukisannya. Beberapa pengunjung telah ia dekati, namun tak ada satupun yang mau membelinya.
            “moorning!”sapa penjual itu yang berumur kira-kira 40 tahun pada mereka berdua. Ia sepertinya mahir berbahasa inggris. Mungkin telah mereka persiapkan untuk para wisatawan eropa.
            Mereka membalas sapaan pria itu. pria itu menyunggingkan bibirnya. Ia dapat pelanggan. Sebab dari tadi tidak ada satu orangpun yang membalas sapaannya. Ada beberapa tapi diiringi gelengan kepala mereka.
            “Mau? Saya jual 150 ringgit saja”pria itu menawarkan lukisan yang dibawanya pada mereka.
            “maaf. Kami mau lihat-lihat saja”
            “ayolah, 125 ringgit boleh?”Pria itu menurunkan harganya.
            “terima kasih. Kami hanya melihat-lihat saja”
            Mereka melangkah meninggalkan pria itu. tetapi pria itu tetap mengejar mereka.
            “100 ringgit, cepatlah dibeli. Bagus nih picture!”dialeg Melayu Pria itu mulai Nampak.
            “25 ringgit?”tawar kifly.
            “alamak. Kasih lebih sedikitlah. 75 ringgit?”
            “25 ringgit. Mau atau tidak?”
            “50”
            Kifly menggelengkan kepalanya.
            Pria itu masih berdiri disampingnya sambil berfikir. Sesaat kemudian ia kembali bersuara,
            “oke. 25 Ringgit”
            Kifly segera mengeluarkan uang pecahan 5 Ringgit dari dompetnya sebanyak 5 lembar. Menyerahkannya pada pria itu. lukisan yang sangat indah, kifly berniat memberikannya pada ezzy sebagai kenang-kenangan. Lukisan itu hanya terdiri dari beberapa warna. Didominasi oleh warna hitam sebagai latarnya dan warna putih sebagai objek lukisan. Itu seperti bulan purnama semalam, disekelilingnya terdapat titik-titik kecil yang ia yakini adalah bintang. Pria itu lalu pergi.
            Seseorang mendekati mereka. Kali ini usianya jauh lebih muda dari penjual lukisan tadi, tapi tetap lebih tua dari mereka berdua.
            “kalian bayar berapa itu picture?”
            “25 ringgit. Awalnya dijual 150 ringgit”
            “waduh. Itu picture harganya hanya 10 sampai 15 ringgit.. kalian kena tipu sama dia”
            Kifly dan Rizal saling berpandangan. Mereka sepertinya tidak peduli. Dari cerita pria itu, si penjual lukisan tadi adalah seorang pelukis tapi dengan standar paling bawah di pasar seni itu. ia hanya melukis sesuatu yang sudah ada. Lalu menjualnya. Tapi bagi Kifly, itu tidak penting. Yang terpenting olehnya adalah Lukisan itu sangatlah indah. Mereka lalu melanjutkan perjalanan mereka kembali. Berkeliling-keliling di Pasar Seni itu.

[][][][][]
            Ia sudah sholat magrib. Ia masuk ke kamar mandi untuk kembali membasuh wajahnya dengan krim pembersih wajah. Entah mengapa ia ingin terlihat berbeda dari sebelum-sebelumnya. Ia membasuh wajahnya dengan air untuk mengeluarkan krim pembersih wajah yang menumpuk diwajahnya lalu ia keringkan dengan menggunakan handuk kecil.
            Ia melepaskan kokohnya, kemudian menggantinya dengan kemeja batik model anak gaul. Desain batik campur itu membuatnya terlihat lebih gagah dari hari-hari sebelumnya. Ia semprotkan parfum secukupnya. Lalu berdiri di depan cermin sambil tersenyum-senyum. Ia membayangi wajah ezzy yang akan terpesona melihat penampilannya.
            Astagfirullah!ia beristigfar.
            Ia segera meninggalkan cermin. Mengambil sepatu lalu memakainya. Ia sadar tidak pantas berdandan terlalu tampan seperti itu. Bahkan hati kecilnya mengakui ketampanan yang ia miliki. Ketampanan yang seharusnya ia berikan hanya untuk seseorang. Yaitu istrinya. Malam ini ia akan menghadapi Ujian yang begitu berat. Ia tidak tahu, apa dan bagaimana penampilan Ezzy.
            “Kamu gagah sekali, si Ezzy pasti terpesona padamu”Puji Rizal yang sedang asyik menonton televisi. Sebuah acara animasi Malaysia yang diputar pada channel TV9 membuatnya sesekali tertawa. Itu adalah Film Animasi Upin dan Ipin. Dua bocah botak yang lucu bersama teman-teman dan keluarganya.
            Ia hanya tersenyum.
            Ia keluar dari kamarnya lalu turun menuju lobby hotel. Rencananya ia disana akan bertemu dengan Ezzy. Kemudian berjalan bersama menuju salah satu retoran yang tidak jauh dari hotel mereka. Setiba di lobby hotel, ia tidak melihat Ezzy. Tiba-tiba ponselnya berbunyi, sms masuk dari Ezzy.
            Fly. Aku tunggu kamu di coffee shop hotel. Kita tidak jadi makan diluar. cepat ya!
            Walaupun tidak jadi makan diluar, Kifly tidak marah atau kecewa. Ia hanya diundang, jadi dimana saja ia akan hargai. Ia menuju coffee shop yang ada di Radius International Hotel. Tempat itu sepi, tidak terlalu ramai. Atau memang mungkin belum waktunya tempat itu ramai. Hanya beberapa meja yang terisi.
            Ia mencari-cari sosok Ezzy. Ia tidak menemukannya. Ia melangkah pelan sambil matanya terus mencari gadis cantik itu. hatinya berdegup kencang, Allah benar-benar ingin mengujinya. Tiba-tiba, sesorang dari belakang menepuk pundaknya. Ia terkejut dan langsung berbalik belakang.
            Ezzy yang menepuk pundaknya. Ia tidak bisa berkata-kata, ia memandangi Ezzy. Ezzy berdandan-dandan begitu cantik. rambutnya ia biarkan terurai. Ia memakai celana hitam ketat dan atasan sebuah kaos putih tipis lengan panjang yang menampakan baju You Can See nya yang berwarna hitam.
            Kifly beristigfar. hatinya benar-benar bergetar dahsyat. Ia tidak pernah menjumpai gadis secantik Ezzy sebelumnya. Teman-teman perempuannya yang ada di Mesir juga cantik tapi tidak secantik Ezzy. Dan yang lebih parah baginya, pakaian Ezzy yang begitu menggoda lelaki, mengundang syahwat. Pakaian yang sangat berbanding terbalik dengan pakaian milik teman-temannya di Mesir dulu, yang hanya menampakan wajah dan tangannya saja. ia berulang kali beristigfar.
            Ezzy hanya menatapnya. Ia menundukan kepala lalu berjalan mengikuti Ezzy menuju ke sebuah meja kosong. Mereka lalu duduk dan memesan makanan. Kifly terus menunduk, tak sanggup ia menahan godaan kecantikan Ezzy. Ia benar-benar diuji. Ezzy makin tersenyum. Dalam hati ia begitu bangga, tidak sia-sia ia seharian spa dan perawatan. Hasilnya Kifly memang tidak kuasa melihatnya lama-lama.













Sumber:http://www.facebook.com/notes/ketika-senja-merekah/30-hari-mencari-cinta1/130445800381550

0 komentar:

Posting Komentar